KONSTRUKSI REALITAS PETISI PENOLAKAN PEMINDAHAN DAN PEMBANGUNAN IKN PADA MEDIA ONLINE KOMPAS.COM DAN DETIK.COM
Abstrak
Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru tidak semulus yang dipikirkan, berbagai tanggapan masyarakat turut mewarnai proses rencana pemindahan IKN. Penelitian ini fokus pada petisi penolakan IKN. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pembingkaian media tentang petisi penolakan IKN pada pemberitaan Kompas.com dan Detik.com, periode 5-10 Februari 2022. Data dianalisis menggunakan model analisis framing model Pan dan Kosicki. Setelah melakukan analisis terhadap pemberitaan kedua media online tersebut diperoleh kesimpulan bahwa Kompas.com dan Detik.com melakukan konstruksi isi berita dengan menggunakan framing yang berbeda. Kompas.com cenderung membingkai sosok Presiden Jokowi yang keras kepala dan acuh, serta menggunakan sudut pandang yang menyerang pemerintahan Presiden Jokowi terkait dengan munculnya Petisi Menolak Pemindahan dan Pembangunan Ibu Kota Negara, serta secara khusus dikaitkan pada masa periode kedua masa kepemimpinan Presiden Jokowi. Sedangkan, Detik.com cenderung memproduksi pemberitaan terkait adanya petisi penolakan IKN dengan dua sudut pandang yang mengesankan bahwa Detik.com bersikap netral. Detik.com membingkai sosok Presiden Jokowi secara positif dengan adanya rencana pemindahan IKN kepentingan masa depan Indonesia. Namun, di sisi lain Detik.com juga memproduksi pemberitaan yang turut menggunakan sudut pandang lain yaitu mengkritisi adanya rencana pemindahan IKN yang dikaitkan dengan persoalan ekonomi sehingga rencana pemindahan IKN dipandang tidak memiliki urgensi.







