Analisis Semiotika Moodboard Warna dalam Meningkatkan Minat Beli Botol Rosca di Shopee

Penulis

  • Irene Sinaga Universitas Tarakanita Author
  • Maria Lies Ambarwati Universitas Tarakanita Author

DOI:

https://doi.org/10.36914/jikw.v4.i1.306

Kata Kunci:

Moodboard warna, Semiotika, Minat beli

Abstrak

Perkembangan teknologi digital yang semakin canggih mendorong perubahan strategi komunikasi dari metode tradisional menuju pendekatan visual yang lebih menarik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan moodboard warna terhadap minat beli produk botol Rosca di Shopee dengan menggunakan semiotika sebagai kerangka utama. Fokus penelitian ini ada pada komunikasi visual warna sebagai tanda yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan mitos, serta berpengaruh dalam membentuk persepsi konsumen, terutama Generasi Z dan Milenial yang memiliki kepekaan terhadap visual. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan sepuluh pengguna produk Rosca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moodboard warna dengan kesan estetis, modern, dan minimalis menghasilkan makna konotatif positif yang meningkatkan ketertarikan awal konsumen. Visual produk juga memengaruhi persepsi kualitas dan kesesuaian harga, sehingga meningkatkan perceived value. Temuan lainnya menunjukkan bahwa pilihan warna sejalan dengan preferensi Gen Z dan Milenial, memperkuat mitos visual yang membuat strategi komunikasi Rosca semakin efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa moodboard warna tidak hanya berfungsi sebagai strategi komunikasi, tetapi juga sebagai tanda visual bermakna semiotik yang berperan penting dalam meningkatkan minat beli di Shopee. Penelitian berikutnya disarankan menggunakan metode berbeda atau memperluas objek kajian pada platform dan produk lain untuk menguji konsistensi pengaruh warna dalam konteks yang lebih luas.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Analisis Semiotika Moodboard Warna dalam Meningkatkan Minat Beli Botol Rosca di Shopee. (2026). Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita, 4(1), 250-262. https://doi.org/10.36914/jikw.v4.i1.306