Analisis Semiotika Komunikasi Nonverbal Dalam Iklan Indomie Soto Koya Nagih dan Pedas Dower Edisi Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.36914/jikw.v4.i1.305Kata Kunci:
Iklan, Semiotika Roland Barthes, Indomie, Citra Merek, Komunikasi nonverbalAbstrak
Indomie merupakan merek mie instan nomor satu di Indonesiayang selalu melakukan inovasi produk agar tetap unggul dalam persaingan pasar, salah satunya melalui peluncuran varian Soto Koya Nagih dan Pedas Dower. Iklan varian ini menjadi unik karena menggunakan istilah bahasa gaul (slang) dan visualisasi efek pedas yang menarik perhatian masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi nonverbal yang digunakan Indomie dalam iklan tersebut untuk membangun citra merek dan menarik minat konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang membedah tanda melalui tiga tahap, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indomie berhasil mengubah gambaran fisik yang biasanya dianggap "menyiksa" seperti bibir dower dan keringat menjadi sebuah simbol kepuasan kuliner yang keren dan modern. Melalui tanda-tanda visual dan istilah bahasa gaul tersebut, terbentuk sebuah mitos bahwa mengonsumsi mi pedas ekstrem adalah bagian dari gaya hidup anak muda yang trendi. Kesimpulannya, strategi komunikasi nonverbal dalam iklan Indomie ini sangat efektif dalam membentuk persepsi positif konsumen dan memperkuat citra Indomie sebagai merek yang inovatif dan selalu mengikuti perkembangan zaman.







