Analisis Persepsi Pemilih Pemula Tentang Pramono-Rano Pada Pilkada Jakarta 2024 (Studi Pada Media Sosial Tiktok)
Kata Kunci:
Persepsi, Generasi Z, Fenomenologi, Komunikasi Intrapersonal, Elaboration Likelihood ModelAbstrak
Transformasi kampanye politik di era digital telah menjadikan media sosial sebagai instrumen utama dalam membentuk opini publik, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk memahami cara pemilih pemula, khususnya Generasi Z di Jakarta dalam mempersepsikan Pramono–Rano melalui platform TikTok. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, data diperoleh dari wawancara mendalam dengan lima informan. Dengan merujuk pada Teori Komunikasi Intrapersonal dan Elaboration Likelihood Model (ELM), hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan persepsi pemilih pemula tentang Pramono-Rano terjadi melalui penilaian rasional terhadap visi-misi, rekam jejak yang relavan dengan tantangan Jakarta, keterikatan emosional atas sikap empatik mereka, serta kesesuaian gaya komunikasi dengan nilai-nilai pribadi pemilih. Kampanye yang memanfaatkan tren populer seperti konten jedag-jedug dan kolaborasi dengan influencer dianggap efektif dalam menyampaikan pesan politik secara menarik tanpa kehilangan substansi. Meskipun visual berperan penting, informan juga mencerminkan adanya proses reflektif terhadap isi pesan politik. Dengan demikian, TikTok terbukti menjadi media yang berpengaruh dalam membentuk persepsi politik pemilih muda, faktor rekam jejak jejak yang relavan, karakter kepemimpinan yang komunikatif, empatik, dan visioner menjadi faktor kunci dalam memperoleh dukungan dari Generasi Z pada Pilkada Jakarta 2024.







